Indonesian Indonesian
Zhang Huailu

Santo Zhang Huailu

Salah seorang dari para Martir China

Zhang Huailu

Santo Zhang Huailu

Salah seorang dari para Martir China




Pada awal abad ke-20, muncul sebuah gerakan pemberontakan anti barat di China yang disebut "Serikat Pendekar Keadilan dan Harmoni" (I Ho Ch'uan) atau yang lebih dikenal sebagai Pemberontakan "Pendekar" atau “Boxer”. Pemberontakan ini dipicu oleh kebencian masyarakat China saat itu kepada para orang asing, akibat perubahan politik dan sosial pasca Perang Candu dan perjanjian-perjanjian tidak adil yang sangat merugikan bangsa China dan menguntungkan bangsa barat. Pemberontakan Boxer diam-diam didukung oleh para pejabat kekaisaran dan ibu suri Kwang-hsue dan menyebabkan terbunuhnya begitu banyak umat kristen.

Motif yang melatari pembunuhan para missionaris dan umat Kristen pribumi china adalah motif keagamaan. Dokumen sejarah yang bisa dipercaya menunjukkan bukti adanya kebencian terhadap umat Kristen. Sebuah dekrit dikeluarkan pada tanggal 1 Juli 1900 yang menyatakan bahwa era hubungan baik dengan para misionaris Eropa dan umat kristen telah berakhir : bahwa para misionaris harus dipulangkan saat itu juga dan umat Katolik dipaksa untuk ingkar, atau akan dibunuh. Para Martir yang tewas pada masa ini terdiri dari : lima orang uskup, 28 imam praja dan biarawan, dua bruder, sembilan suster, dan 30.000 umat awam). Diantara mereka banyak yang dinyatakan kudus, salah satu diantaranya adalah santo Zhang Huailu.

Zhang Huailu masih seorang katekumen saat ia terbunuh menjadi martir Kristus. Walau ditentang oleh keluarganya; Zhang yang saat itu telah berusia 57 tahun, ikut kelas pelajaran agama Katolik pada sebuah misi lokal di kota Hengshui, Hebei, China pada tahun 1900. Dia tidak bisa membaca dan menulis, karena itu ia harus berjuang keras untuk mengingat doa-doa dasar yang saat itu masih diucapkan dalam bahasa Latin.

Ketika Pemberontakan Boxer dimulai, Zhang ditangkap dan dipaksa untuk meninggallkan iman katolik yang baru dianutnya. Ia menolak. Karena itu ia lalu dieksekusi dengan cara dipenggal kepala. Ia tewas bermandikan darah sebagai martir Kristus yang jaya dan dibabtis dalam genangan darahnya sendiri (Babtisan Darah).

 

 


  • Hits
    3570
  • Diterbitkan
    01 July 2015
  • Diperbaharui
    09 April 2019
  • Referensi
  • Tags
    Babtisan Darah - China - Martir - Martir China

  • Variasi Nama

    Hoai-Lou Tchang


    Pilih Topik