Indonesian Indonesian
Selestinus I

Santo Paus Selestinus I

Paus Gereja Katholik ke-43

Selestinus I

Santo Paus Selestinus I

Paus Gereja Katholik ke-43




Santo Paus Selestinus I adalah paus kita yang ke-43. Ia memimpin Gereja sejak 10 September 422 sampai hari kematiannya pada 26 Juli 432. Paus Selestinus I berasal dari kalangan bangsawan tinggi Romawi dan kemungkinan adalah kerabat dekat dari Kaisar Valentinian III (Flavius Placidius Valentinianus Augustus – Kaisar Romawi Barat 422 - 455 M).

Tidak banyak catatan yang ditemukan mengenai kehidupannya sebelum ia terpilih menjadi Paus, kecuali bahwa ayahnya bernama Priscus. Ia dikatakan pernah bekerja selama beberapa waktu di Keuskupan Milan bersama Uskup Santo Ambrosius. Namanya juga ditemukan dalam sebuah dokumen yang ditulis Santo Paus Innosensius I (paus ke-40) pada tahun 416 M, di mana ia disebut sebagai Diakon Selestinus.

Selestinus I harus mempimpin Gereja menghadapi berbagai ajaran sesat yang merebak di masa itu; Nestorianisme, Pelagianisme, Manikeanisme, Donatisme dan Novatianisme. Ia menggelar sebuah Konsili di Roma pada tahun 430, untuk memeriksa ajaran Patriark Nestorius dan Patriark Sirilus dari Alexandria yang telah saling mengutuk satu sama lain. Konsili ini memutuskan bahwa ajaran Nestorius bertentangan dengan ajaran iman yang sejati dan menjatuhkan hukuman pengucilan terhadap Nestorius. Surat keputusan Konsili ini dikeluarkan bagi para pemimpin umat saat itu : Patriark Yohanes di Antiokhia, Uskup Juvenal di Yerusalem, Uskup Rufus di Tesalonika, Uskup Flavianus di Filipi Kaisarea dan bagi Kaisar Romawi Timur di Konstantinopel.

Setahun kemudian, Paus mengutus Patriark Sirilus dari Alexandria sebagai wakilnya untuk memimpin Konsili Efesus yang digelar tahun 431 M. Konsili ini merupakan sidang resmi Gereja yang diselenggarakan oleh Kaisar Theodosius II dan melibatkan lebih dari dua ratus uskup yang ada waktu itu.  Konsili Efesus menghasilkan 8 kanon keputusan yang diantaranya (Kanon 2-5) mengutuk ajaran Nestorian yang bertentangan dengan ajaran iman dan hukuman pengucilan terhadap Nestorius.

Paus Selestinus I bekerja keras melawan ajaran bidaah Pelagianisme dan bertindak tegas kepada para penganut bidaah Novatianisme. Ia melarang ibadah para Novatian dan memenjarakan uskup mereka.

Bapa suci ke-43 dikenal sebagai seorang Ortodoks yang menolak keras inovasi sekecil apapun terhadap konstitusi gereja yang telah ditetapkan para pendahulunya. Santo Agustinus dari Hippo sering menyurati beliau demi memohon petunjuk atas berbagai masalah yang dihadapinya di Afrika Utara, khususnya saat melawan ajaran sesat Donatisme. Korespondensi mereka menunjukkan bahwa Roma telah menjadi otoritas tertinggi bagi Teologi Kristen sejak abad ke-5.

Paus yang kudus ini mengutus Uskup Pelladius  untuk menginjili Irlandia. Bertahun-tahun kemudian ia juga mengutus Santo Patrick untuk melanjutkan karya Pelladius di Irlandia.

Selestinus I memulihkan kembali Basilica di Santa Maria in Trastevere yang hancur saat Roma di serbu bangsa Visigoth pada 24 Agustus 410.  Ia juga disebutkan telah memperbaharui berbagai bagian dari liturgi, walaupun tidak ada kepastian pada bagian yang mana.  Ia tutup usia pada 6 April 432 dan dimakamkan di katakombe Santa Priscilla di Via Salaria. Pada tahun 820 M, jenazahnya dipindahkan dan semayamkan di Basilika Santa Prassede di Roma.


  • Hits
    2005
  • Diterbitkan
    27 July 2017
  • Diperbaharui
    27 July 2017
  • Referensi
  • Tags
    Bangsawan - Donatisme - Italia - Manikeanisme - Nestorian - Novatianisme - Paus - Pelagianisme

  • Arti nama

    Nama Latin yang berarti : "Ilahi", "dari langit", "Surgawi"

    Variasi Nama

    Celestine (English), Célestin (French), Celestino (Italian), Celestyn (Polish), Celestino (Portuguese), Celestino (Spanish)

    Bentuk Feminim :  Calestina , Caelestina


    Pilih Topik