Indonesian Indonesian
Saint Hillary of Poitiers

Santo Hilarius dari Poitiers

Athanasius of the West, Doctor of the Divinity of Christ, Hammer against Arianism, Ilario di Poitiers, Malleus Arianorum

( Foto : Patung Santo Hilarius di bagian tengah Gereja Saint-Hilaire le Grand, Poitiers Perancis )

Saint Hillary of Poitiers

Santo Hilarius dari Poitiers, ukiran abad ke-17

Santo Hilarius dari Poitiers

Athanasius of the West, Doctor of the Divinity of Christ, Hammer against Arianism, Ilario di Poitiers, Malleus Arianorum




Hilarius dilahirkan dalam sebuah keluarga pagan yang belum mengenal Tuhan di Poitiers, sebuah kota di Perancis pada tahun 315. Keluarganya kaya-raya dan termasyhur karena itu Hilarius bisa mendapatkan pendidikan yang baik. Ia adalah seorang yang sangat cerdas dan sangat gemar membaca. Banyak buku yang sudah dbacanya, namun ada satu buku yang betul-betul menarik minatnya yaitu  Holy Bibble atau kitab suci.

Hillarius sangat terkesan dengan kisah hubungan yang terjalin antara Allah dan manusia yang tertulis dalam Kitab Suci. Ketika sampai pada bagian Musa dan semak yang terbakar, Hilarius sungguh amat terkesan dengan Nama bagaimana Tuhan menyebut Diri-Nya Sendiri: AKU ADALAH AKU. Hilarius membaca tulisan-tulisan para nabi juga. Kemudian ia membaca seluruh Perjanjian Baru. Pada saat ia selesai membaca, ia sepenuhnya menyadari bahwa ia telah percaya kepada Kristus dan memberikan dirinya untuk dibaptis.    

Hilarius hidup mengamalkan imannya dengan taat dan saleh hingga ia dipilih menjadi uskup. Hal ini tidak menjadikan hidupnya bertambah nyaman, sebab kaisar suka mencampuri urusan-urusan Gereja. Ketika Hilarius menentangnya, kaisar membuang Hilarius. Di tempat pembuangannya itulah keutamaan-keutamaan Hilarius, terutama kesabaran dan keberaniannya semakin gemilang.

Ia menerima pembuangannya dengan tenang dan mempergunakan waktunya untuk menulis buku-buku tentang iman. Karena ia menjadi semakin termasyhur, musuh-musuh Hilarius meminta kaisar untuk memulangkannya kembali ke kota asalnya. Di kota asalnya ia tidak akan memperoleh banyak perhatian. Maka, Hilarius dipulangkan ke Poitiers pada tahun 360.

Ia tetap menulis untuk mengajarkan iman yang benar kepada umat dan melawan bidah Arianisme. Hilarius wafat delapan tahun kemudian, dalam usia lima puluh dua tahun. Buku-bukunya memberikan pengaruh besar kepada Gereja hingga sekarang ini. Itu sebabnya mengapa ia digelari Pujangga Gereja.

 


  • Hits
    5584
  • Diterbitkan
    23 July 2013
  • Diperbaharui
    19 October 2019
  • Referensi
  • Tags
    Arianisme - Bapa Gereja - Doktor Gereja - Orang kudus gereja perdana - Perancis - Uskup

  • Arti nama

    Penuh Kebahagiaan (Latin)

    Variasi Nama

    Hillary (English), Hilaria, Hilarius (Ancient Roman), Hillar (Estonian), Ilari, Lari (Finnish), Hilaire (French), Ilaria, Ilario (Italian), Ilari (Russian), Hilaria (Spanish), Ilar (Welsh)


    Pilih Topik