This site uses cookies to help us provide quality services. Using our services, you consent to the use of cookies. (EU Cookie Law)

Santo Yosef Benediktus cottolengo

Benediktus Yosef Cottolengo, Giuseppe Benedetto Cottolengo

Yosef Benediktus cottolengo
  • Perayaan
    29 April
  • Lahir
    3 Mei 1786
  • Kota asal
    Bra, Cuneo, Piedmont - Italia
  • Wafat
    30 April 1842 - karena sakit Tifus, di Chieri, Turin, Italia
  • Venerasi
    10 February 1901 oleh Paus Leo XIII (decree of heroic virtues)
  • Beatifikasi
    29 April 1917 oleh Paus Benediktus XV
  • Kanonisasi
    19 Maret 1934 oleh Paus Pius XI


Santo Yosef Benediktus cottolengo

Santo Yoseph Benediktus Cottolengo lahir di Italia pada tanggal 3 May 1786 dalam keluarga yang sangat bersahaja. Ia masuk seminari di Turin dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1811. Kemudian ia melanjutkan studinya hingga meraih gelar doktor dalam ilmu Ketuhanan (Doctor of Divinity).

Pater Joseph sempat berkarya sebagai pastor paroki di Bra dan Corneliano d'Alba lalu memutuskan untuk bergabung dengan Ordo Corpus Christi (Tubuh Kristus) dan menjadi Canon di Gereja Tritunggal Turin. Selama beberapa tahun Pater Yoseph menjalani panggilan imamatnya lebih sebagai sebuah karier daripada sebuah panggilan. Pada suatu malam dia diminta untuk mengunjungi seorang wanita miskin yang terbaring di tempat tidur karena menderita sakit parah dan sangat membutuhkan pengobatan. Namun wanita tersebut telah ditolak di mana-mana karena tidak mempunyai uang. Yosef mendampinginya sepanjang penderitaannya itu: mendengarkan pengakuan, memberikan absolusi kepadanya, menerimakan Komuni dan sakramen minyak suci. Dia pun mempermandikan anak perempuannya yang baru dilahirkan dan menyaksikan ibu dan anak tersebut meninggal bersama-sama di tempat tidur. Trauma yang ditimbulkan pada malam hari itu mengubah pandangannya terhadap panggilan imamatnya.

Pada tahun 1827 pater Joseph membuka sebuah pondok yang kecil untuk menampung orang-orang sakit dan tuna wisma. Ia menyewa sebuah kamar, mengisinya dengan beberapa tempat tidur dan mencari para sukarelawan. Tempat itu berkembang, dan dia memperoleh bantuan dari para Bruder dan Suster Santo Vincentius. Saat wabah penyakit kolera merebak pada tahun 1831, polisi menutup tempat penampungan itu, karena mereka menyangka tempat itu menjadi sumber penyebaran penyakit tersebut.

Pada 1832 dia memindahkan kegiatannya ke Valdocco, dan menamakan rumah singgahnya dengan Pondok Kecil Penyelenggaraan Ilahi (Piccola Casa). Casa itu mulai mendapatkan dukungan, dan berkembang dengan rumah singgah, panti asuhan, rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah dan berbagai program untuk menolong orang-orang miskin, sakit dan berkebutuhan dari berbagai macam jenis.

Pondok kecil bagi orang-orang miskin ini nyaris bergantung seluruhnya pada sumbangan; Pater Joseph tidak pernah mencatat apa-apa yang terjadi, dan menolak semua tawaran bantuan dari pemerintah. Ia memimpin Pondik kecil ini sampai pada hari kematiannya.

Casa ini tetap barlangsung sampai hari ini, dan setiap hari melayani lebih dari 8.000 orang. Selama hidupnya pater Joseph telah mendirikan empat belas komunitas untuk melayani penduduk setempat; di antaranya Puteri-puteri Cintakasih, Puteri-puteri Gembala Baik, Puteri-puteri Rosario Suci dan Imam-imam Tritunggal Mahakudus.


Variasi Nama

Giuseppe Benedetto (Italian), Jozef Benedykt (Polish), Jose Benito (Spanish)

Kesaksian (0)

Beri Komentar

COMMENT_DISCLAIMER_II


Anda memiliki Pengalaman Rohani bersama ORANG KUDUS ini?
Sharing is Caring. Mari Berbagi...!




Para Kudus Menurut Abjad & Bulan

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Para Kudus Menurut Topik