This site uses cookies to help us provide quality services. Using our services, you consent to the use of cookies. (EU Cookie Law)

Santo Simeon Stylites

Simeon Stylites Tua

Simeon Stylites
  • Perayaan
    5 Januari
  • Lahir
    tahun 390
  • Kota asal
    Cilicia - Suriah
  • Wafat
    2 September 459 - Sebab alamiah
  • Beatifikasi
    -
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation


Santo Simeon Stylites

Santo Simeon Stylites Tua adalah seorang pertapa suci yang hidup bertapa selama 47 tahun diatas sebuah pilar, didekat kota Aleppo – Suriah. Ia disebut sebagai Santo Simeon Stylites Tua untuk membedakannya dari Simeon Stylites Muda, Simeon Stylites III dan Santo Simeon Stylites Lesbos,  para  penerusnya yang meniru pola hidup yang ia jalani (dalam bahasa Yunani “Stylites” berarti “pilar”).

Simeon Stylites Tua lahir di Cilicia dekat Suriah pada tahun 390.  Ayahnya adalah seorang gembala miskin dan ia pun sejak kecil sudah terbiasa membantu ayahnya menggembalakan ternak didaerah pinggiran kota Syria. Ketika menanjak remaja, kira - kira pada tahun 402, ia bergabung dengan sebuah komunitas pertapa di sebuah biara yang letaknya tidak jauh dari kampung halamannya.

Walau masih muda, namun ia adalah seorang biarawan yang sangat tangguh. Ia tidak pernah merasa berat dengan pola hidup asketis yang dijalani para biarawan.  Ia bahkan menjalankan pola hidup asketis yang lebih keras dan lebih berat daripada yang diprakekkan oleh rekan – rekannya. Karena praktek pertapaannya yang  tampak sangat keras itu, pemimpin biara memutuskan untuk mengeluarkannya dari biara tersebut.  Keputusan ini dimaksudkan agar para biarawan yang lain tidak terpengaruh oleh praktek hidup asketis yang dijalankan oleh Simeon.

Simeon meninggalkan biara pertapaan itu dan pergi ke sebuah biara lain yang terletak di kaki gunung Telanisse.  Setelah 3 tahun, ia memutuskan pindah ke puncak gunung itu. Disana, pada tahun 423, ia mendirikan sederetan tiang pilar yang tinggi dan hidup bertapa diatas tiang - tiang tersebut.  Ia tidak pernah lagi turun dari pilar setinggi lebih dari lima puluh kaki ini, dan kembali menjalani pola hidup asketis yang sangat keras dalam doa dan keheningan sampai pada hari kematiannya.

Kesucian hidupnya membuat banyak orang yang datang  padanya untuk meminta bimbingan rohani dan mendengarkan kotbah serta pengajarannya.  Kaisar Theodosius II dan istrinya ratu Aelia Eudocia sangat menghormati pertapa suci ini dan kerap meminta nasihatnya. Penerus mereka, Kaisar Leo I, dilaporkan menaruh hormat kepada surat yang dikirimkan pertapa suci ini, yang isinya menyatakan dukungan Simeon atas keputusan Konsili Chalcedon.   

Nama Santo Simeon menjadi begitu terkenal dan berpengaruh sehingga otoritas gereja pernah mengirimkan sebuah delegasi padanya. Delegasi tersebut, atas nama gereja,  meminta agar ia turun dari pilar pertapaannya sebagai tanda kesetiaan. Namun, ketika ia bergegas hendak turun ke tanah,  permintaan itu ditarik kembali.  Delegasi tersebut kembali dengan kesan bahwa Simeon adalah seorang abdi Gereja yang setia.  Patriark Domninos II (441-448) dari Antiokhia pernah menyempatkan diri untuk mengunjungi pertapa suci ini, dan merayakan misa bersama diatas pilar pertapaannya.  Ketika Simeon sakit,  Kaisar Theodosius mengirimkan dokter kerajaan bersama tiga orang uskup untuk meminta agar Simeon bersedia turun dan membiarkan dirinya diobati. Namun Simeon lebih suka menyerahkan kesehatannya kedalam tangan Tuhan. Dan tak lama kemudian ia sembuh.

Semakin hari semakin banyak umat yang datang mengunjunginya.  Kaisar lalu membangun tembok  di sekeliling pilar pertapaannya agar mencegah kerumunan orang-orang yang datang  tidak berada terlalu dekat   dan mengganggu konsentrasi doa nya.  Para wanita umumnya tidak diizinkan  melewati dinding tersebut.

Santo Simeon Stylites Tua tutup usia pada tanggal 2 September 459. Jasadnya ditemukan oleh seorang pengikutnya dalam posisi sedang berdoa.  Ia kemudian dikuburkan tidak jauh dari pilar pertapaannya. Upacara pemakamannya dipimpin oleh Patriark  Antiokhia,  Martyrios, dan dihadiri oleh ribuan orang umat.


Arti nama

Berasal dari nama Ibrani שִׁמְעוֹן  (Shim'on) yang berarti "Dia telah mendengar"

Variasi Nama

Simen (Norwegian), Siemen (Dutch), Simoni (Georgian), Symeon (Biblical Greek), Ximun (Basque), Shimon (Biblical Hebrew), Simeon (Bulgarian), Šimun, Šime, Šimo (Croatian), Šimon (Czech), Simo (Finnish), Siemen (Frisian), Shimon (Hebrew), Simone (Italian), Simonas (Lithuanian), Ximeno (Medieval Spanish), Szymon (Polish), Simão (Portuguese), Semen, Semyon (Russian), Simeon, Simo (Serbian), Šimon (Slovak), Simón, Jimeno (Spanish), Semen, Symon (Ukrainian), Shimmel (Yiddish)

Bentuk Pendek : Siem (Dutch), Sime (Macedonian)

Bentuk Feminim : Simone, Cymone, Simonette (English), Simone (French), Simona (Slovene), Simona (Romanian), Simona (Macedonian)

Kesaksian (0)

Beri Komentar

COMMENT_DISCLAIMER_II


Anda memiliki Pengalaman Rohani bersama ORANG KUDUS ini?
Sharing is Caring. Mari Berbagi...!




Para Kudus Menurut Abjad & Bulan

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Para Kudus Menurut Topik