This site uses cookies to help us provide quality services. Using our services, you consent to the use of cookies. (EU Cookie Law)

Santo Pamphilus dari Kaisarea

Pamphilus dari Alexandria

Pamphilus dari Kaisarea
  • Perayaan
    1 juni
  • Lahir
    Sekitar Tahun 240
  • Kota asal
    Berytus, Phoenicia (Sekarang Beirut - Libanon)
  • Wilayah karya
    Alexandria, Israel
  • Wafat
    Martir - Dipancung pada sekitar tahun 309 atau 310 di Alexandria – Mesir
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation


Santo Pamphilus dari Kaisarea

Pamphilus lahir di Berytus, Pheonicia (sekarang: Beirut, Lebanon) pada tahun 240 dari sebuah keluarga terkemuka dan kaya. Pamphilus mempunyai minat dan bakat besar dalam masalah-masalah sekular di Berytus sambil meneruskan studi teologi di Sekolah Kateketik Aleksandria yang tersohor namanya di bawah bimbingan Pierius, pengganti Origenes. Dari Aleksandria dia pergi ke Kaisarea, ibukota Palestina. Tak lama setelah ia tiba di Kaisarea, ia ditabhiskan menjadi imam oleh Uskup Agapius.

Selain menjalankan tugas pengembalaannya sebagai seorang imam, Pamphilus juga adalah seorang dosen, ekseget, dan pengumpul buku-buku yang bernilai tinggi. Dengan buku-buku yang berhasil dikumpulkannya, ia mengorganisir dan mengembangkan perpustakaan besar yang sebelumnya telah dirintis oleh Origenes. Perpustakaan ini berguna sekali bagi berbagai studi tentang Gereja. Dengan keahliannya di bidang teologi dan Kitab Suci, ia membimbing sekelompok pelajar dalam studi Kitab Suci.  Eusebius, salah seorang muridnya - yang kemudian dijuluki "Bapa Sejarah Gereja" sangat akrab dengannya.  Bersama Eusebius, Pamphilus menulis sebuah biografi tentang gurunya (buku biografi ini telah hilang) sambil terus mengembangkan perpustakaan Kaisarea di atas.

Ia memusatkan perhatian pada pengumpulan teks-teks Alkitab beserta komentar-komentarnya sehingga koleksinya menjadi sumber informasi penting bagi penerbitan suatu versi penulisan Kitab Suci yang secara tektual lebih tinggi daripada versi-versi lainnya pada masa itu. Koleksi teks-teks Kitab Suci dan buku-buku lainnya di dalam perpustakaan ini merupakan sumbangannya yang utama bagi Gereja, karena memberikan data yang lengkap dan terpercaya tentang literatur-literatur Kristen perdana. Karya santo Hieronimus dan Eusebius di bidang sejarah Gereja dan Kitab Suci didasarkan pada informasi yang disediakan di dalam perpustakaan Pimphilus ini. Sayang sekali bahwa perpustakaan ini dan semua buku yang ada di dalamnya dirusak oleh orang-orang Arab saat menduduki Palestina pada abad ketujuh.

Kira-kira antara tahun 307-308, Pimphilus ditangkap, dipenjarakan, dan disiksa karena imannya sebagai seorang Kristiani. Sementara berada di penjara, ia bersama Eusebius - yang juga dipenjarakan - menulis sebuah apologi untuk membela Origenes; sebagian fragmen dari tulisan ini kini masih ada. Ia dipenggal kepalanya antara tahun 309 atau 310 di Alexandria – Mesir.

 

Setiap Martir Adalah Persembahan Bagi Gereja

 



Arti nama

Nama Phampilus adalan bentuk Latin dari nama Yunani : "Phampillos"  yang berasal dari kata παν (pan)  = "Semua" dan  φιλος (philos) = "Sahabat"

Variasi Nama

Panfilo (Italian), Pánfilo (Spanish)



Galeri Foto




Kesaksian (0)

Beri Komentar

COMMENT_DISCLAIMER_II


Anda memiliki Pengalaman Rohani bersama ORANG KUDUS ini?
Sharing is Caring. Mari Berbagi...!


Para Kudus Menurut Abjad & Bulan

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Para Kudus Menurut Topik