This site uses cookies to help us provide quality services. Using our services, you consent to the use of cookies. (EU Cookie Law)

Santo Karolus dari Seze

Carlo of Sezze, Giancarlo Marchioni, John Charles Marchioni, Yohanes Karolus Marchioni

Karolus dari Seze
  • Perayaan
    6 Januari - 18 Januari (Ordo Fransiskan)
  • Lahir
    19 Oktober 1613
  • Kota asal
    Seze, Latina - Italia tengah
  • Wafat
    Tanggal 6 Januari 1670 di biara Santo Fransiskus di Ripa | Sebab Alamiah
  • Venerasi
    14 Juni 1772 oleh Paus Klemens XIV
  • Beatifikasi
    22 Januari 1882 oleh Paus Leo XIII
  • Kanonisasi
    12 April 1959 oleh Paus Yohanes XXIII


Santo Karolus dari Seze

Santo Karolus dari Seze lahir di Seze, sebuah kota kecil di provinsi Latina - Italia tengah, pada tanggal  19 Oktober 1613. Ia dibabtis 3 hari kemudian dan diberi nama Giancarlo Marchioni (Yohanes Karolus Marchioni). Kedua orang tuanya, Ruggero dan Antonia Marchioni, adalah umat katolik yang saleh. Yang walaupun bekerja sebagai petani penggarap dan hidup penuh dengan kekurangan, namun tetap berupaya untuk menanamkan nilai-nilai rohani dalam diri Giancarlo sejak ia masih kecil.   

Giancarlo terpaksa meninggalkan sekolah lebih awal karena harus membantu orangtuanya di pertanian dan menggembalakan ternak. Kendati demikian, ia tetap menjaga dan mengembangkan kehidupan rohaninya. Pada tahun 1630 Giancarlo mengucapkan kaul pribadi untuk hidup kudus dan mempersembahkan hidupnya bagi Tuhan.  

Suatu saat di tahun 1633, Giancarlo sakit parah dan hampir meninggal. Ia lalu berkaul bahwa jika ia disembuhkan, ia akan menjadi seorang biarawan. Demikianlah, setelah sembuh dari penyakitnya,  Giancarlo Marchioni masuk biara Fransiskan di Nazzano pada tanggal 18 Mei 1635. Sejak saat itu ia dikenal sebagai Bruder Carlo (Karolus).

Karolus senantiasa taat pada setiap perintah atasannya. Dia menjalankan tugas-tugas religiusnya dengan penuh kepatuhan di biara-biara tempat ia bertugas. Di biara Fransiskan Morlupo, Ponticelli, Palestrina, Carpineto, Santo Petrus di Montorio, dan biara Santo Fransiskus di Ripa, ia menjalaninya dengan kerendahan hati dan ketaatan penuh pada regula ordo Fransiskan.

Suatu pagi, sewaktu bruder Karolus ikut merayakan misa kudus di Gereja Santo Yoseph di Capo le Case, tepat saat konsekrasi, Ekaristi Kudus terangkat ke udara dan memancarlah sinar terang dari Hosti Kudus itu. Cahaya surgawi tersebut menerpa tubuh Karolus, melukai hati nya dan meninggalkan luka yang dalam.  “Seperti berada diantara dua ujung : antara rasa nyeri dan berkat yang manis. Bagaikan roh yang mau meninggalkan tubuh. Tapi, saya mau bertahan kendati rasa nyeri atau pun penderitaan yang bagaimana pun, karena berkat yang indah ini.” ungkap Bruder Karolus tentang perasaannya saat menerima karunia Stigmata.

Bruder Carlo adalah seorang mistikus dan pembuat mujizat.  Ia membuat banyak sekali mukjizat penyembuhan dan beberapa kali mujizat penggandaan makanan. Bruder penjaga pintu biara ini juga mendapat karunia rohani untuk melihat ke masa depan (Visioner). Selama hidupnya, ia telah meramalkan akan terpilihnya tiga orang kardinal menjadi Paus. Yaitu Kardinal Giovanni Battista yang kemudian terpilih sebagai Paus Innosensius X dan Kardinal Fabio Chigi yang terpilih menjadi Paus Alexander VII.  Karolus juga meramalkan bahwa Kardinal Emilio Altieri kelak akan menjadi Paus. Ramalan ini menjadi kenyataan tiga bulan setelah kematian Karolus pada 6 Januari 1670 (Kardinal Emilio Altieri terpilih menjadi paus Klemens X di bulan April 1670).

Meskipun bukan seorang imam, namun banyak orang datang menemuinya untuk meminta bimbingan rohani. Bahkan Paus Innosensius X dan Paus Alexander VII kerap meminta saran dari mistikus Fransiskan yang rendah hati ini.

Bruder Karolus dari Seze tutup usia dengan tenang di biara Santo Fransiskus di Ripa pada tanggal 6 Januari 1670. Pada saat kematiannya, dari tempat di mana Tuhan telah menerpanya dengan luka cinta-Nya, – di hatinya – muncullah suatu tanda dalam bentuk sebuah salib. Gejala ini merupakan salah satu mukjizat yang diakui oleh Gereja. Ia di beatifikasi oleh paus Leo XIII pada tanggal 22 Januari 1882 dan dikanonisasi pada tanggal 12 April 1959 oleh Paus Pius XII.(qq)


Arti nama

Carolus : "Gagah Perkasa", "Jantan"

Variasi Nama

Charles (English), Carles (Catalan), Karlo (Croatian), Karel (Czech), Carl, Karl (Danish), Karel (Dutch), Carl, Carol, Charles, Karl, Charley, Charlie, Chas, Chaz, Chip, Chuck (English), Kaarle, Kaarlo, Karl, Kalle (Finnish), Charles, Charlot (French), Carl, Karl (German), Kale (Hawaiian), Károly, Karcsi (Hungarian), Séarlas (Irish), Carlo (Italian), Sjarel (Limburgish), Karolis (Lithuanian), Carl, Karl (Norwegian), Karol (Polish), Carlos, Carlinhos, Carlito, Carlitos (Portuguese), Carol (Romanian), Karol (Slovak), Karel, Karol (Slovene), Carlos, Carlito, Carlitos (Spanish), Carl, Karl, Kalle (Swedish), Siarl (Welsh)


BENTUK FEMINIM  : Carolina

Kesaksian (0)

Beri Komentar

COMMENT_DISCLAIMER_II


Anda memiliki Pengalaman Rohani bersama ORANG KUDUS ini?
Sharing is Caring. Mari Berbagi...!




Para Kudus Menurut Abjad & Bulan

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Para Kudus Menurut Topik