This site uses cookies to help us provide quality services. Using our services, you consent to the use of cookies. (EU Cookie Law)

Beato Paus Gregorius X

Paus Gereja Katolik ke-184
Teobaldo Visconti, Theobald Visconti

Gregorius X
  • Perayaan
    10 Januari
  • Lahir
    Tahun 1210
  • Kota asal
    Piacenza, Italia
  • Wafat
    10 Januari 1276 di Arezzo Tuscany Italia
    Sebab alamiah
  • Beatifikasi
    8 Juli 1713 oleh Paus Klemens XI
  • Kanonisasi
    -


Beato Paus Gregorius X

Paus Gregorius X adalah paus Gereja Katolik ke-184 yang memimpin sejak 27 Maret 1272 sampai 10 Januari 1276. Nama aslinya adalah Teobaldo Visconti dan sebelum menjadi paus, ia bekerja sebagai asisten Kardinal Giacomo de Pecorari, uskup Diosis Palestrina Roma. Teobaldo juga menjadi juru bicara bagi sang Kardinal ketika beliau menjadi utusan Paus Gregorius IX dalam berbagai misi ke Tuscani, Lombardi, Provence, Perancis dan Jerman.

Sepeninggal Kardinal Giacomo de Pecorari, Teobaldo Visconti belajar teologi di Paris. Kemudian pada tahun 1265, atas perintah dari Paus Klemens IV, Teobaldo berangkat ke Inggris untuk bekerja membantu Kardinal Ottoboni Fieschi (yang kemudian terpilih menjadi Paus Adrianus V). Di Inggris ia menjadi sahabat karib Pangeran Edward yang kelak menjadi Raja Edward I.  Pada tahun 1267 Teobaldo  mendampingi pangeran Edward berangkat ke Palestina sebagai pemimpin pasukan Salib (Crusaders) yang berjuang demi membebaskan Yerusalem dari penguasaan bangsa muslim Saracen.

Pada tanggal 29 November 1268 paus Klemens IV wafat.  Konklave (sidang pemilihan Puas baru) yang digelar para kardinal gereja berlangsung berlarut-larut selama tiga tahun tanpa menghasilkan keputusan. Hal ini terjadi karena para kardinal saat itu terbagi dalam dua kubu utama; kubu Perancis dan kubu Italia. Perpecahan ini menyebabkan tidak ada satu pun calon yang dapat meraih mayoritas suara.  Pada bulan September 1271, enam orang Kardinal yang dipilih dari 15 Kardinal, menggelar konklaf terbatas di Viterbo, di Roma Utara. Sidang ini secara mengejutkan memilih Teobaldo Visconti, yang hanya berstatus sebagai seorang Diakon, untuk menjadi paus yang baru.

Teobaldus yang saat itu tengah berada di Acre Israel, sedang mempersiapkan pasukan untuk bertempur merebut kota Yerusalem. Hal pertama yang dilakukan Teobaldo ketika menerima para pembawa pesan adalah menyuruh mereka kembali ke Italia membawa permohonannya kepada para bangsawan Eropa agar mengirimkan bantuan makanan dan obat-obatan bagi para Crusaders. Perpisahannya dengan Pangeran Edward dan pasukannya sungguh mengharukan. Sebelum berlayar kembali ke Italia, ia berkotbah membakar semangat para tentara salib sambil mengutip kitab Mazmur 137 : 5; “Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku!”

Teobaldus tiba di Roma pada bulan Februari 1272. Ia menerima tahbisan imam terlebih dahulu pada tanggal 19 Maret 1272,  lalu dinobatkan menjadi paus Gregorius X pada tanggal 27 Maret 1272 di Basilika Santo Petrus Roma Italia.

Selama masa kepemimpinannya, Gregorius X memusatkan perhatian pada upaya pembangunan kembali kekaisaran Romawi Suci, pembaharuan Gereja, rekonsiliasi Gereja Roma dan Gereja Yunani, serta pembebasan Yerusalem dari cengkraman bangsa Saracen. Bagi Gregorius X, Gereja dan negara harus menjalankan tugasnya masing-masing tetapi tetap harus bekerja sama demi kesejahteraan umat, lahir dan batin.

Paus Gregorius X tidak pernah melupakan misinya untuk membebaskan Yerusalem dari penguasaan bangsa muslim Saracen. Ia mengumpulkan dana dari Kerajaan Perancis dan Inggris. Sepersepuluh dari hasil pengumpulan dana itu dikhususkan untuk pembangunan Gereja dan sisanya dipergunakan untuk membiayai usaha pembebasan kota Suci Yerusalem.

Ketika terjadi perebutan kekuasaan diantara para pangeran Jerman menyusul wafatnya Kaisar Richard Cornwell pada tahun 1272, Paus Gregorius X mengirim ultimatum ke Jerman agar para pangeran dapat melangsungkan pemilihan kaisar baru secara damai dan menghindari pertumpahan darah. Paus mengancam akan menunjuk dan mengangkat kaisar pilihannya sendiri, jika mereka gagal menunjuk seorang kaisar baru yang dapat mempersatukan seluruh rakyat Jerman. Akhirnya pada tahun 1273, para pangeran memilih Rudolf, seorang pangeran dari dinasti Hapsburgs untuk menjadi kaisar Romawi Suci yang baru.

Konsili Lyons Perancis, yang diadakan pada tahun 1274 merupakan suatu prestasi besar bagi Paus Gregorius X. Pada masa dimana sarana transportasi masih berupa kendaraan berkuda,  Paus Gregorius X mampu mengumpulkan lebih dari 1500 prelatus gereja dari seluruh Eropa dan Asia Kecil. Hadir pula dalam konsili tersebut para duta besar dari Kerajaan Perancis, Kerajaan Inggris, Kekaisaran Bynzantium, dan utusan dari Kaisar Mongol Kubilai Khan. Patriarkh Gemanus dari Konstantinopel datang bersama sejumlah besar utusan dari Bynzantium dan menyatakan kesediaan mereka untuk bersatu kembali dengan Gereja Roma. Hal ini pun didukung oleh Michael VIII, kaisar Bynzantium di Konstantinopel. Kesediaan ini sekaligus mengungkapkan kerelaan Gereja Timur untuk menerima ajaran Gereja Katolik dan pengakuan terhadap kedudukan Paus sebagai penerus rasul Petrus.

Dalam misa Agung penutupan Konsili Lyons di Gereja Santo Yohanes, semua peserta bersama-sama mendoakan Kredo seturut rumusan Gereja Katolik. Bagian kalimat “qui a Patre filioque procedit“ (yang berasal dari Bapa dan Putera) yang sebelumnya ditolak oleh Gereja Yunani, kini diulangi tiga kali oleh para delegasi Yunani.

Kesehatan Paus Gregorius X memburuk setelah kembali dari Lyons pada bulan April 1275. Ia diminta beristirahat, namun tidak ada yang bisa mencegahnya untuk tetap mengerjakan semua tugas-tugasnya sebagai pemimpin umat. Dia berangkat ke Vienna Austria pada bulan September 1275 dan tiba di Lausanne Swiss pada tanggal 6 Oktober 1275. Di Lausanne, ia bertemu dengan Kaisar Romawi Suci Rudolph I  pada 20 Oktober 1275, lalu kembali ke Italia.  Ia tiba di Italia pada 12 November 1275  dengan kondisi kesehatan yang semakin memburuk. Paus kita yang ke-184 ini tutup usia pada tanggal 10 Januari 1276 di rumah peristirahatan di Arezzo Tuscany. Ia dimakamkan di Katedral Santo Donatus Arezzo Italia.


Arti nama

Berasal dari nama Yunani  Γρηγοριος (Gregorios), yang diturunkan dari kata  γρηγορος (gregoros) yang berarti "waspada".

Variasi Nama

Gregory (English), Grigor, Krikor (Armenian), Grigor (Bulgarian), Grgur, Grga (Croatian), Řehoř (Czech), Gregers (Danish), Grégoire (French), Grigol (Georgian), Gregor (German), Gregorios (Greek), Gergely, Gergő (Hungarian), Gréagóir (Irish), Gregorio (Italian), Gregorios, Gregorius (Late Greek), Grigorijs (Latvian), Grigor (Macedonian), Gregers (Norwegian), Grzegorz (Polish), Grigore (Romanian), Grigori, Grigoriy, Grigory, Grisha (Russian), Gregor, Griogair, Greig (Scottish), Gregor (Slovak), Grega, Gregor (Slovene), Gregorio, Goyo (Spanish), Greger (Swedish), Hryhoriy (Ukrainian), Grigor (Welsh)

Kesaksian (0)

Beri Komentar

COMMENT_DISCLAIMER_II


Anda memiliki Pengalaman Rohani bersama ORANG KUDUS ini?
Sharing is Caring. Mari Berbagi...!




Para Kudus Menurut Abjad & Bulan

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Para Kudus Menurut Topik