Indonesian Indonesian
Germanus

Santo Germanus

Germanus of Auxerre, Germain of Auxerre

Germanus

Santo Germanus

Germanus of Auxerre, Germain of Auxerre





Germanus lahir pada tahun 378. Dia adalah anak dari bangsawan Rusticus dan Germanilla, yang adalah keturunan dari keluarga bangsawan tinggi Romawi di Gaul pada abad keempat (Gaul atau Gallia adalah kawasan Eropa bagian Barat yang saat ini adalah negara Italia bagian utara, Perancis, Belgia, Swiss bagian barat, serta bagian wilayah Belanda dan Jerman di barat Sungai Rhein).

Ia menerima pendidikan yang terbaik di sekolah-sekolah khusus bagi kaum bangsawan di Arles dan Lyons, lalu melanjutkan pendidikannya ke Roma, di mana ia belajar tentang hukum perdata. Setelah tamat, ia bekerja pada pengadilan kota. Latar belakangnya yang berasal dari keluarga bangsawan tinggi dan bakat serta kecerdasannya yang luar biasa, membuat Germanus menjadi seorang yang populer di Roma dan diterima dalam lingkungan para pejabat tinggi pemerintahan. Ia menikah dengan seorang wanita yang sangat terhormat di kalangan kekaisaran bernama Eustachia.

Karier duniawi sepertinya membentang cerah dihadapan Germanus ketika Kaisar mengirimkannya kembali ke Gaul sebagai seorang wali negeri. Ia dipercayakan untuk memimpin provinsi itu dan memerintah dari kota Auxerre. Namun Tuhan rupanya memiliki rencana lain bagi Germanus.

Ketika Uskup Auxerre, yang mulia Amator, meninggal dunia, Germanus secara tidak diduga terpilih untuk mengggantikannya. Meskipun pada awalnya ia sangat berkeberatan, namun ia tidak kuasa menolak saat umat berbondong-bondong datang dan memohon agar ia mau menjadi uskup mereka. Ia akhirnya bersedia ditahbiskan sebagai uskup Auxerre pada tanggal 7 Juli 418. Sebagi uskup, Germanus kemudian meninggalkan istrinya. Segala harta miliknya dijual dan digunakannya untuk membangun gereja dan biara.

Di Sekitar tahun 429, tak lama setelah orang-orang Romawi ditarik keluar dari Britania (Inggris), Uskup Germanus dan Uskup Troyes, Lupus, ditugaskan Tahta Suci untuk mengunjungi pulau tersebut. Telah terdengar khabar bahwa bidaah Pelagianisme telah berkembang luas dan telah merasuk ke kalangan para klerus di Inggris. Bahkan pemimpin bidaah ini adalah putra seorang uskup Inggris bernama Agricola. Uskup Germanus dan Uskup Lupus diutus untuk memerangi pelagianisme dan memastikan agar gereja Inggris tidak terjerumus kedalam ajaran sesat tersebut.

Dalam perjalanan ke Inggris mereka melewati kota Nanterre, di mana Germanus dalam kerumunan orang melihat seorang gadis kecil yang berhati kudus bagaikan malaikat. Ditengah kerumunan orang ia memberkati gadis muda tersebut. Gadis belia ini kelak akan mengerjakan banyak perbuatan ajaib dalam nama Tuhan Yesus dan dikenal sebagai Santa Geneviève dari Paris.

Tiba di Inggris, Uskup Germanus dan Lupus dihadapkan dengan para klerus Inggris yang telah menjadi pengikut Pelagianisme dalam sebuah debat terbuka dihadapan publik. Kaum Pelagian digambarkan Germanus sebagai : “mencolok untuk kekayaan, cemerlang dalam berpakaian dan dikelilingi oleh banyak penjilat”. Dua utusan paus ini pun berdebat dengan mereka. Meskipun pada awalnya tidak didukungan oleh kerumunan umat, namun dalam terang Roh Kudus, uskup Germanus mampu mematahkan semua dalil Pelagian dengan menggunakan kecerdasannya dan keterampilan retorikanya yang luar biasanya. Kunjungannya berhasil dengan gemilang dan membawa kembali umat Inggris pada ajaran iman yang benar.

Saat pasukan Pictish dan gerombolan bajak laut Saxon datang menyerang, umat Inggris yang ketakutan memohon perlindungan kepada uskup Germanus. Germanus lalu memimpin mereka ke dalam lembah antara dua gunung tinggi, dan memerintahkan pasukannya untuk berteriak ketika ia memberi tanda. Ketika pasukan bajak laut Saxon mendekati mereka, Germanus berteriak tiga kali : Halleluya.!!, yang diikuti oleh seluruh umat. Suara mereka bergema dari bukit ke bukit dengan begitu keras sehingga pasukan musuh merasa bahwa mereka tengah dikepung oleh ribuan orang tentara. Mereka lalu melemparkan senjata mereka dan melarikan diri.

Germanus mungkin pernah berkunjungan untuk kedua kalinya ke Inggris sekitar tahun 430-an atau sekitar 440-an, namun sebagian ahli meragukan adanya kunjungan kedua ini. Juga hubungan antara santo Germanus dengan santo Patrick, yang menurut tradisi digambarkan sebagai muridnya, juga masih diperdebatkan kebenarannya.

Ketika kembali ke keuskupannya di Gaul, Santo Germanus mendapat khabar bahwa ada sebagian umatnya di Inggris akan dihukum mati karena dituduh memberontak melawan kaisar. Germanus berjuang keras membela mereka dan ia berhasil memperoleh penundaan pelaksanaan hukuman mati sampai ia dapat mengajukan banding dihadapan kaisar. Ia berangkat ke Ravenna, Italia dan bertemu dengan Santo Petrus Krisologus yang menghantarnya membawa kasus ini ke hadapan kaisar melalui ibu suri Galla Placidia. Kaisar Valentinian III tidak kuasa menolak petisi dari uskup saleh ini yang datang menghadap bersama seorang kudus lainnya, Santo Petrus Krisologus, dan ibunya. Germanus berhasil memperoleh pengampunan dari kaisar dan orang-orang Inggris yang terancam hukuman mati dibebaskan.

Setelah bandingnya diterima kaisar, Uskup Germanus masih tinggal beberapa saat di Ravenna; namun ia meninggal disana secara tiba-tiba.


  • Hits
    2920
  • Diterbitkan
    20 October 2014
  • Diperbaharui
    19 February 2017
  • Referensi
  • Tags
    Bangsawan - Inggris - Italia - Pelagianisme - Perancis - Uskup

  • Arti nama

    Germanus = Saudara (Latin)

    Variasi Nama

    Kerman (Basque), German, Jermaine (English), Germain (French), Germano (Italian), Germano (Portuguese), Germán (Spanish)

    Bentuk Feminim :

    Germana (Latin), Germain (French)


    Pilih Topik