This site uses cookies to help us provide quality services. Using our services, you consent to the use of cookies. (EU Cookie Law)

Santo Arcangelo Tadini

Pendiri Kongregasi Suster-suster Pekerja dari Rumah Kudus Nazareth

Arcangelo Tadini
  • Perayaan
    20 Mei
  • Lahir
    12 Oktober 1846
  • Kota asal
    Verolanuova, Brescia, Italia
  • Wilayah karya
    Brescia Italia
  • Wafat
    20 Mei 1912 di Botticino Sera, Brescia, Italia
    Sebab alamiah
  • Venerasi
    21 Desember 1998 oleh Paus Yohanes Paulus II
  • Beatifikasi
    3 Oktober 1999 oleh Paus Yohanes Paulus II
  • Kanonisasi
    26 April 2009 oleh Paus Benediktus XVI


Santo Arcangelo Tadini

Arcangelo Tadini lahir dalam sebuah keluarga katolik yang sangat bersahaja di Verolanuove Brescia Italia, pada tanggal 12 Oktober 1846.  Pada usia remaja, anak sulung dari empat bersaudara ini mengalami kecelakaan yang membuat sebagian urat saraf di kaki kirinya cacat permanen. Ia terpaksa harus menjalani hidupnya dengan kaki yang pincang. Namun cacatnya ini tidak membuat Arcangelo menjadi rendah diri. Ia tumbuh menjadi seorang anak yang tabah, tak banyak mengeluh dan sabar.

Pada usia 18 tahun Arcangelo masuk seminari menengah di Bescia. Ia belajar dengan tekun dan ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1870. Namun sebuah penyakit memaksanya untuk menghabiskan tahun pertamanya imamat dalam perawatan medis ditengah keluarganya.  Setelah sembuh, Arcangelo ditugaskan menjadi pastor pembantu di sebuah desa terpencil di wilayah pegunungan Lodrino, Brescia. Dua tahun kemudian ia ditugaskan sebagai pastor paroki di Paroki Santa Maria della Noce, Brescia.

Pada masa itu, disebagian besar wilayah Italia, terjadi krisis ekonomi pasca Revolusi Industri di Eropa. Industrialisasi bidang pertanian, pertambangan, transportasi, manufaktur, dan teknologi, telah menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan.  Kebanyakan yang menjadi penganggur adalah para buruh tani dan buruh pertambangan.

Revolusi industri ini telah menyebabkan sebagian besar warga paroki Santa Maria della Noce, Brescia menganggur dan menjad tuna wisma.  Mereka tidak lagi peduli dengan kehidupan rohani. Lebih penting bagi mereka untuk mencari sesuap nasi demi bertahan hidup,  daripada pergi ke gereja atau mengikuti kegiatan rohani.  Keadaan umat yang menyedihkan ini, membuat pastor Arcangelo terpanggil untuk membantu kehidupan mereka. Gembala yang baik ini yakin bahwa Pemenuhan kebutuhan rohani umatnya haruslah dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan jasmani mereka.  Ia lalu membuka dapur umum di pastoran. Setiap hari, ia menyiapkan makanan bagi 300-an tunawisma. Mereka akan makan bersama dan saat itu menjadi kesempatan bagi pastor Arcangelo untuk membimbing mereka.

Pada tahun 1885, Arcangelo ditugaskan menjadi pastor pembantu di Paroki Botticino Sera, masih di Brescia.  Dua tahun kemudian ia diangkat menjadi menjadi Pastor Kepala di paroki tersebut. Jabatan ini diembannya sampai  ia tutup usia. Di paroki ini pastor Arcangelo berkarya dengan gemilang. Ia melayani umatnya dengan tulus dan membuat iman umat bertumbuh dengan pesat. Ia terkenal sebagai pastor yang suka mengunjungi umatnya dari rumah ke rumah;  sesuatu yang jarang dilakukan para pastor paroki pada masa itu (klo sekarang ..?? ).  

Awalnya, umat tidak peduli padanya. Dalam kehidupan yang sulit di masa itu, demi bertahan hidup, umat harus pontang-panting mengais rejeki. Mereka tidak lagi peduli untuk berdoa, membaca Kitab Suci atau ikut kegiatan di Gereja. Namun ketika pastor paroki tiba di depan rumah, mereka akan menyambutnya dengan penuh sukacita.  Mereka menyadari bahwa untuk mengunjungi mereka, sang gembala telah berjalan kaki  dengan terseok-seok menyeret kaki kirinya yang cacat.

Prihatin dengan keadaan umatnya, Pastor Arcangelo lalu mendirikan sebuah lembaga asuransi sosial bagi orang sakit dan lanjut usia. Lembaga ini diberi nama : Worker’s Mutual Aid Association yang bekerja melayani pengobatan semua orang sakit di parokinya, termasuk kaum lanjut usia dan korban kekerasan. Asuransi ini juga menyediakan layanan Konseling bagi para korban Revolusi Industri.

Demi meningkatkan taraf hidup umatnya, pastor Angelo mendirikan sebuah pabrik pemintalan benang. dengan modal sendiri.  Pabrik ini diprioritaskan untuk menyediakan lowongan kerja bagi kaum wanita di sekitar Botticino Sera. Semua keuntungannya digunakan untuk membangun tempat tinggal bagi tunawisma, terutama kaum perempuan.

Pada tahun 1900, Arcangelo mendirikan sebuah konggregasi susteran yang diberi nama Congregation of Worker Sisters of the Holy House of Nazareth atau Kongregasi Suster-suster Pekerja dari Rumah Kudus Nazareth (Suster-suster Nazareth). Nama konggregasi ini didedikasikan bagi Keluarga Kudus dari Nazareth.  Para Suster Nazareth bekerja dengan buruh wanita dipabrik. Sebelum dan sesudah bekerja, mereka membacakan doa, Kitab Suci, serta refleksi harian kepada para buruh wanita. Hal ini membuat dari mereka yang terpanggil menjadi Suster Nazareth. 

Perlahan-lahan pastor Arcangelo menuntun umatnya untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi dan keterpurukan iman. Kerja kerasnya mampu meningkatkan taraf hidup umatnya. Kehidupan rohani mereka juga berkembang pesat. Kini mereka mulai terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan di Gereja.  

Santo Arcangelo Tadini tutup usia dengan tenang di Botticino Brescia pada tanggal 20 May 1912.  Ia dimaklumkan sebagai Venerabilis pada 21 Desember 1998 oleh Paus Yohanes Paulus II dan dibeatifikasi oleh Paus yang sama pada 3 Oktober 1999. Pada tanggal 26 April 2009 ia dikanonisasi oleh Paus Benediktus XVI.  

 



Arti nama

Arcangelo : Malaikat Agung



Galeri Foto




Kesaksian (0)

Beri Komentar

COMMENT_DISCLAIMER_II


Anda memiliki Pengalaman Rohani bersama ORANG KUDUS ini?
Sharing is Caring. Mari Berbagi...!


Para Kudus Menurut Abjad & Bulan

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Para Kudus Menurut Topik