Martir Nagasaki

( 26 Martir Jepang atau 26 Martir Nagasaki )

Para Martir Jepang I disebut juga 26 Martir Jepang atau 26 Martir Nagasaki adalah 26 martir yang tewas pada tahun 1597 dan dikanonisasi pada tahun 1862 oleh Paus Pius IX. Pada tahun 1867 Paus yang sama juga mem-beatifikasi kelompok kedua para Martir Jepang, yang dikenal sebagai 205 Martir Jepang, yang gugur dalam nama Kristus antara tahun 1598-1632.

Pada tahun 1867 Paus yang sama juga mem-beatifikasi kelompok kedua para Martir Jepang, yang dikenal sebagai 205 Martir Jepang, yang gugur dalam nama Kristus antara tahun 1598-1632.  Lihat ==>  Para Martir Jepang II

Karya misionaris di Jepang diawali dengan kedatangan St. Fransiskus Xaverius pada tahun 1549. Banyak orang menerima Sabda Tuhan dan dibaptis oleh St.Fransiskus sendiri. Meskipun Santo Fransiskus kemudian melanjutkan perjalanan dan pada akhirnya wafat dekat pantai Cina, iman Kristiani tetap tumbuh di Jepang.  Pada tahun 1587 sudah terdapat lebih dari dua ratus ribu orang Katolik dan para misionaris dari berbagai ordo religius berkarya negeri para Samurai ini. Para imam Jepang, biarawan-biarawati serta umat awam hidup dalam iman dengan penuh sukacita.

Pada tahun 1597, seorang penguasa Jepang yang amat berpengaruh, Hideyoshi, mendengar hasutan seorang pedagang Spanyol. Pedagang itu membisikkan bahwa para misionaris adalah pengkhianat bangsa Jepang. Ia menambahkan bahwa para pengkhianat itu akan mengakibatkan Jepang dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Hasutan itu tidak benar dan tidak masuk akal. Tetapi, Hideyoshi menanggapinya dengan berlebihan, sehingga ia menangkap dua puluh enam orang yang dianggapnya  sebagai para pengkhianat. Mereka yang ditangkap terdiri dari enam orang biarawan Fransiskan dari Spanyol, Meksiko dan India; tiga orang katekis Yesuit Jepang, dan tujuh belas Katolik awam Jepang, termasuk anak-anak.

Pada tanggal 5 Februari 1597 Keduapuluh enam orang itu kemudian dibawa ke tempat pelaksanaan hukuman mati di luar kota Nagasaki. Dengan diikat, mereka disuruh berjalan dengan berbaris sehingga mereka menjadi tontonan dan menjadi pelajaran bagi masyarakat yang menyaksikannya. Sepanjang perjalanan, para saksi-saksi Kristus ini terus melagukan Te Deum. 

Mereka diikatkan pada salib masing-masing dengan rantai dan tali dan belenggu besi dipasang disekeliling leher mereka. Masing-masing salib kemudian dikerek dan kaki salib ditancapkan ke sebuah lubang yang telah digali. Tombak ditikamkan kepada masing-masing korban. Mereka wafat pada saat yang hampir bersamaan.

Dari atas salib Santo Paulus Miki terus berkotbah dengan gagah berani untuk memberi semangat bagi umat kristiani untuk tetap setia pada iman mereka. Ia baru diam setelah sebuah tombak menembus dadanya. Pakaian-pakaian mereka yang ternoda oleh darah disimpan sebagai relikwi yang berharga oleh komunitas Kristiani Jepang.

26 Martir Nagasaki dinyatakan kudus pada tahun 1862 oleh Paus PIUS IX.

Berikut nama 26 Martir Nagasaki :

1. Santo Paulus Miki

2. Santo Fransiskus of Nagasaki
Seorang dokter dari Kyoto dan pengkhotbah yang penuh semangat. Setelah ia dan isterinya dibaptis, mereka tinggal di dekat biara OFM. Mereka merawat orang-orang sakit tanpa memungut bayaran dan membawa mereka kepada Kristus. Tewas sebagai martir diusia 48 tahun.

3.Santo Fransiskus Kichi (Caius Francis,  Gaius Francis)
Layman soldier. Convert. Franciscan tertiary. When soldiers came to arrest the Franciscan friars, he insisted he was a Christian, too; they took him, and he shared their fate.

4.Santo Fransiskus Blanco,
Misionaris Fransiskan yang berasal dari Monterrey (Galacia, Spanyol). Datang ke Jepang bersama dengan Santo Martin dari Kenaikan. Seorang yang pendiam, lembut dan genius.

5.Santo Fransiskus Dari St Mikael
Misionaris awam ordo Fransiskan dari La Parrilla, Valladolid, Spanyol.  

6.Santo Cosmas Takeya
Seorang pembuat pedang dari Owari. Ia dibaptis oleh Missionaris Jesuit dan bekerja sebagai seorang katekis bersama Ordo Fransiskan (OFM) di Osaka.

7.Santo Petrus Sukejiro
Seorang pemuda dari Kyoto yang dikirim oleh P.Organtino untuk mendampingi para martir dalam perjalanan mereka ke Nagasaki. Pengabdiannya yang besar pada tugasnya menghasilkan rahmat baginya untuk bergabung dalam bilangan para martir.

8.Santo Mikhael Kozaki
Tukang kayu berusia 46 tahun yang berasal dari Ise. Seorang pembuat busur yang handal. Dengan keahliannya sebagai tukang kayu, ia ikut serta membangun biara-biara serta gereja-gereja OFM di Kyoto dan Osaka. Ia mempercayakan miliknya yang paling berharga kepada para biarawan OFM, yaitu anaknya, Thomas.

9.Santo Tomas Kozaki
Putra Santo Mikhael Kozaki. Ia berusia 14 tahun saat menjadi Martir. Seorang anak desa yang tingkah lakunya kasar, tetapi berhati mulia. Sejak kecil ia telah membantu ayahnya yang adalah seorang tukang kayu. Seorang yang jujur, tegas, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam melayani Tuhan. Ia lalu tinggal di biara Fransiskan sampai saat kemartirannya. Surat perpisahannya kepada ibunya menjadi relikwi yang amat berharga bagi umat Katolik Jepang.

10.Santo Yakobus Kisai
berusia 64 tahun, seorang Serikat Yesus awam. Devosinya kepada Sengsara Kristus amat mendalam. Dikenal sebagai seorang yang lemah lembut dan hatinya penuh kedamaian. Ia berasal dari Okayama dan bertugas mengurus para tamu yang berkunjung ke kediaman Serikat Yesus.

11.Santo Paulus Ibaraki
Berasal dari sebuah keluarga samurai di Owari. Ia bersama keluarganya tinggal dekat biara OFM. Hidup miskin tetapi banyak membantu orang-orang lain yang lebih miskin darinya. Ia juga seorang pengkhotbah.

12.Santo Leo Karasumaru
Adik Santo Paulus Ibaraki. Hidupnya merupakan teladan. Memberikan sumbangan besar kepada OFM dalam membangun gereja dan mengelola rumah sakit.  Seorang katekis yang penuh semangat dan doa.

13.Santo Louis Ibaraki
Martir termuda dari rombongan para Martir Nagasaki. Ia berusia 12 tahun, keponakan Santo Paulus Ibaraki dan Santo Leo Karasumaru. Seorang remaja yang menyenangkan dan disayangi semua orang. Ia tetap menyanyi dan tertawa ketika para serdadu memotong telinga kirinya. Sepanjang perjalanan yang jauh ke Nagasaki dan selama tergantung di atas kayu salib, ia membuktikan ketabahan dan kebesaran hatinya. Ia menolak mentah-mentah ketika dibujuk untuk mengingkari imannya.
“Ada Louis kecil bersama kita,” tulis Santo Fransiskus Blanco di malam menjelang hukuman mati, “dan ia begitu penuh keberaninan dan semangat yang mengharukan semua orang.”

14. Santo Yohanes dari Goto (Yohanes Soan de Goto)
Pemuda berusia 19 tahun dari pulau Goto ini penuh dengan sukacita. Ia melayani Tuhan sepanjang hidupnya. Ia bersekolah di sekolah Serikat Yesus untuk menjadi seorang Katekis dan membantu para misionaris dengan keahliannya melukis dan bermain musik. Ia ditempatkan di Osaka di bawah bimbingan P. Morejon sampai Tuhan menawarkan mahkota kemartiran kepadanya.

15.Santo Antonius Deyman
Berusia 13 tahun, dilahirkan di Nagasaki. Ayahnya berasal dari Tiongkok dan ibunya seorang Jepang. Remaja yang polos ini belajar di biara OFM di Osaka. Hal yang amat memilukan hatinya ialah ketika melihat ibunya menangis tidak jauh dari salibnya. Ajal menjemput ketika ia memadahkan lagu-lagu pujian.

16.Santo Petrus Baptista
berusia 50 tahun, berasal dari San Esteblan del Valle (Avila, Spanyol). Pemimpin Misi OFM (Saudara-saudara Dina) di Jepang, dulunya seorang duta besar dari Spanyol. Ia merupakan ayah bagi kaum lepra dan pemimpin rombongan martir. Hidupnya penuh dengan kebajikan dan kekudusan.

17.Santo Martin of the Ascencion
berusia 30 tahun, berasal dari Guipuzcoa, Spanyol. Kesucian hatinya sungguh mengagumkan. Biasa menghabiskan waktu malamnya dengan doa.

18.Santo Filipus Dari Yesus (Fellipe de Jesus)
Seorang Meksiko berusia 24 tahun. Hidupnya penuh dengan tantangan yang membingungkan, adu kekuatan antara Kristus dan Filipus, tidak satupun dari mereka yang mau kalah. Pada akhirnya Kristus menjadi pemenang dan sekarang Filipus penuh dengan semangat untuk menebus masa-masa dimana ia menjadi anak yang hilang: ia yang wafat pertama sebagai martir.

19.Santo Gonzalo Garcia (Gundisalvus Garcia)
Berusia 40 tahun, berasal dari Bazain, India. Ayahnya seorang Portugis dan ibunya seorang India. Seorang katekis bersama Serikat Yesus. Ia masuk OFM awam, dan menjadi tangan kanan Santo Petrus Baptista. Masyarakat India mengangkatnya menjadi santo pelindung Bombay.

20.Santo Matias of Miyako
kita tidak mengetahui latar belakangnya. Para prajurit mencari Matias lain yang tidak dapat diketemukan, atau ia menawarkan diri untuk menggantikan Matias yang dicari. Para prajurit dengan senang hati menerima dia. Tuhan juga menerimanya juga.

21.Santo Bonaventura of Miyako
Dibaptis ketika masih bayi, tak lama kemudian ibunya meninggal. Ibu tirinya mengirim Bonaventura ke biara Budha. Suatu hari ia mengetahui perihal pembaptisannya dan mengunjungi Biara Fransiskan di Kyoto untuk mendapatkan lebih banyak keterangan. Di biara, ia mendapatkan kedamaian hati dan memutuskan untuk menjadi pengikut Kristus. Sepanjang perjalanannya menuju hukuman mati, ia berdoa bagi iman ayahnya dan pertobatan ibu tirinya.

22.Santo Yoakim Sakakibara
Berusia 40 tahun, berasal dari Osaka. Ketika sedang sakit keras, seorang katekis membaptisnya dan beberapa waktu keudian ia menjadi sembuh. Sebagai rasa terima kasih, Yoakim membantu pendirian biara OFM di Osaka dan kemudian tinggal di sana sebagai juru masak. Ia unggul dalam kebaikan hati dan kesediaannya untuk melayani.

23.Santo Tomas Dangi (Thomas Xico, Thomas Dauki, Thomas Danki)
Seorang penjual obat, wataknya keras. Dengan rahmat Tuhan ia beroleh ketenangan menjadi seorang katekis yang lembut hati. Ia mendirikan tokonya di sebelah biara OFM, dan sementara ia menjual obat, ia juga menunjukkan kepada para pelanggannya jalan menuju surga.

24.Santo Yohanes Kinuya (Yohanes Kimoia, Yohanes Kisaka)
Seorang penenun dan pedagang kain sutera dari Kyoto. Ia memindahkan tokonya dekat biara OFM. Tewas sebagai martir di usia 28 tahun.

25.Santo Gabriel de Duisco
Seorang katekis berusia 19 tahun dari Ise. Ia dibaptis dan dibimbing oleh Santo Gonzalo Garcia. Ia maju pesat dalam iman. 

26.Santo Paulus Suzuki
Berasal dari Owari dan menjadi salah seorang katekis pribumi Jepang terbaik yang bekerja membantu Misi Fransiskan. Ia unggul dalam semangat pewartaan dan bertugas mengelola Rumah Sakit Santo Yusuf di Kyoto. Tewas sebagai Martir Kristus pada usia 49 tahun.

Pilih Topik