Santo Alexius

Alexius dari Roma, Alexius dari Edessa, Alexis, Alexis Pengemis, The Man of God

Alexius
  • Perayaan
    17 Juli (Gereja Barat)
    17 Maret (Gereja Timur)
  • Lahir
    Hidup pada abad ke-4
  • Kota asal
    Roma, Italia
  • Wilayah karya
    Edessa - Syria (sekarang bernama Sanli Urfa - Turki)
  • Wafat
    Awal Abad ke-5
  • Beatifikasi
    -
  • Kanonisasi
    Pre-Congregation


Santo Alexius

Santo Alexius (atau Alexis), adalah seorang rahib kudus yang hidup sebagai pengemis di abad keempat. Ia dikenal karena Kesucian hidup dan dedikasinya kepada Kristus. Ada dua Tradisi berbeda tentang Orang Kudus ini. Tradisi Syria dan Tradisi Yunani.

Menurut tradisi Syria, Santo Alexius adalah seorang kudus yang dihormati oleh umat Gereja Timur dan kemudian dihormati juga oleh Gereja Barat (Roma) karena orang kudus ini adalah seorang Romawi. Tradisi Gereja Syiria menuturkan: Pada masa keuskupan Uskup Rabbula (412–435), terdapat seorang "Hamba Tuhan" yang tinggal di Edessa, sebagai seorang pengemis, dan sering berbagi sedekah yang ia terima dengan kaum miskin. Ia ditemukan sebagai warga asli kota Roma setelah kematiannya.

Menurut Tradisi Yunani: Alexius adalah seorang pemuda bangsawan, putera seorang Senator yang di hormati di kota Roma. Ia merasa jenuh dengan kehidupannya yang penuh kemewahan dan kemegahan duniawi. Baginya, semua harta dunia tidak dapat memberikan kebahagiaan sejati. Ia ingin menjadi seorang pertapa dan mempersembahkan seluruh hidupnya bagi Yesus.  

Namun sebagaimana kebiasaan para bangsawan Romawi dimasa itu, kedua orang tuanya telah memilihkan jodoh untuknya dan mengatur hari pernikahannya. Menjelang hari pernikahannya, Alexius kabur dari rumah. Ia pergi ke kota Edessa (di masa ini Edessa adalah sebuah Metropolis Kristen yang makmur. Kota ini sekarang bernama Sanli Urfa dan menjadi wilayah negara Turki) dan tinggal disana sebagai seorang pengemis dan pertapa.

Setiap pagi Alexis mengemis di pintu gerbang Gereja Santa Maria di Edessa. Saat hari mulai senja ia kembali ke pertapaannya dan melewatkan malam yang panjang dalam doa dan matiraga. Salah satu doanya yang terkenal adalah :  Aku bersyukur kepada-MU ya TUHAN, karena ENGKAU telah memanggil aku dan meluluhkan hati banyak orang untuk memberikan aku sedekah dalam nama-MU. Selesaikanlah dalam diriku pekerjaan luhur yang telah KAU mulai.  

Suatu hari, dalam sebuah penglihatan, Bunda Maria menunjuk pada pengemis Alexius dan menyapanya sebagai “Hamba Tuhan”. Kota Edessa segera saja gempar dan pengemis suci Alexius menjadi sangat tekenal hingga kehidupan rohaninya terganggu. Beberapa saat kemudian Alexius meninggalkan pertapaannya karena ia tidak bisa lagi bertapa disitu. Setiap hari tempat itu selalu dipenuhi umat yang datang memohon doa dan berkatnya.

Alexius meninggalkan Edessa dan kembali ke Roma di mana dia tidak akan dikenal lagi. Tubuhnya yang dulu tegap berotot, kini kurus dan ringkih. Wajahnya yang dulu bersih dan tampan, kini berjanggut dan penuh keriput. Namun sorot matanya yang lembut penuh kasih akan meluluhkan kekerasan hati setiap orang yang bertemu dengannya.

Dia mengemis dipintu gerbang rumahnya sendiri dan kedua orangtuanya tidak mengenalinya. Namun Kedua orang tuanya terkenal dermawan dan murah hati kepada para orang miskin. Mereka membiarkan “Pengemis dari Edessa” itu untuk tinggal bersama mereka. Alexius hidup selama tujuh belas tahun di ruang kecil dibawah tangga istana keluarganya. Sepanjang hari dilaluinya dengan berdoa, bermeditasi dan mengajar katekismus pada anak-anak kecil.

Disaat kematiannya, sebuah suara bergema diistana keluarga itu yang menyatakan bahwa pengemis tersebut adalah seorang “Hamba Tuhan”. Keluarganya lalu menemukan sebuah catatan di tubuhnya yang menerangkan tentang jati dirinya dan bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai pengemis dan pertapa sejak kabur di hari pernikahannya dulu.

Sejak abad kedelapan Gereja Barat merayakan pesta santo Alexius pada setiap tanggal 17 Juli. Dalam Roman Martyrologi tanggal 17 Juli tertulis: "Di Roma, di sebuah gereja di Bukit Aventine, seorang Hamba Tuhan dirayakan dengan nama Alexius, yang seperti disebutkan oleh tradisi, meninggalkan rumah kaya, demi menjadi miskin dan memohon sedekah yang tidak dikenali. " (qq).

 



Arti nama

Alexius adalah Nama Latin yang aslinya berasal dari nama Yunani  Αλεξις (Alexis) yang berarti: "Sang Pembela, Sang Penolong"

Diturunkan dari kata Yunani :  αλεξω (alexo)  = "membela, menolong"  

 

Lihat juga ==> Alexander

Variasi Nama

Aleksei, Aleksey, Alexei, Alexey, Aliaksei (Belarusian), Aleix (Catalan), Aljoša (Croatian), Alexej, Aleš (Czech), Aleksi, Ale (Finnish), Alexis (French), Aleixo (Galician), Alexis (German), Alexis, Alexios (Greek), Elek (Hungarian), Alessio (Italian), Aleksy (Polish), Aleixo (Portuguese), Aleksei, Aleksey, Alexei, Alexey, Aleks, Alex, Alyosha, Lyosha (Russian), Aljoša (Serbian), Alexej, Aleš (Slovak), Aleksej, Aleks, Aleš, Aljoša (Slovene), Alejo (Spanish), Aleksei, Aleksey, Alexei, Alexey, Oleksiy, Olexiy, Aleks, Oles (Ukrainian)





Kesaksian (0)

Beri Komentar

COMMENT_DISCLAIMER_II


Anda memiliki Pengalaman Rohani bersama ORANG KUDUS ini?
Sharing is Caring. Mari Berbagi...!


Para Kudus Menurut Abjad & Bulan

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

Para Kudus Menurut Topik